masTer Piece

January 15, 2009 at 6:52 am (Uncategorized)

taHun muLai berganti, diiringi dengan hati yang tak kunjung henti merindukan sang pujangga bangunkan tidurnya dari mimpi yang menyiksa hari”nya..

saat dia menginginkan cinta,, namun bukan cinta yang dia inginkan yang hadir..

saat dia menginginkan cinta sang pujangga,, mengapa  cinta itu tak hadir??

mengapa cinta itu tak tercipta untuknya??

Harapnya Pupus,,

mimpinya kembali terurai,,

bersama air mata yang tak kunjung henti menerima perih yang diterimanya..

kini dia rapuh,,

KembaLi merapuh..

sama seperti hati yang ditinggal satu setengah tahun yang lalu karena sebuah kata PENGHIANATAN…


Mungkinkah kau tahu
Rasa cinta yang kini membara
Dan masih tersimpan
Dalam lubuk jiwa

Ingin kunyatakan
Lewat kata yang mesra untukmu
Namun ku tak kuasa
Untuk melakukannya

Chorus:
Mungkin hanya lewat lagu ini
Akan kunyatakan rasa
Cintaku padamu rinduku padamu
Tak bertepi

Mungkin hanya sebuah lagu ini
Yang selalu akan kunyanyikan
Sebagai tanda betapa aku
Inginkan kamu

dulu dia berfikir, bahwa Lgu itu tercipta untuknya..

duLu dia berfiKir, bahwa cinta itu memang tercipta untuk hatinnya..

Lama dia mencari jawabannya,,

apa benar,

Lagu itu untuknya??

apa benar, cinta itu memang tercipta untuk hatinya??

sekarang,,

dia sudah menemukan jawabannya…

Lagu itu memang bukan untuk dia,,

cinta sang pujangga itu pun tak hadir untuk hatinya..

dan sampai sekarang dia tak akan pernah tau,,

mengapa pengertian itu, dan segaLanya itu ada, dan hadir di hari”nya..

dan membuat dia terLanjur mencintai sang pujangga yang ternyata tak pernah mencintainya..

uNtuk saNg pujangga,, dan ciNta yang tak perNah mati…


Permalink Leave a Comment

sayaNg diia…..

January 12, 2009 at 10:09 am (Uncategorized)

ciinta aku ciinta

aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaarrrrrrrrrrrrrrrrrrrrggggggggggggggghhhhhhhhhhhhhhh……..

gw suka abis ama di Band….

mau mau mau mau mau merekaaaaa……………………….

cuma mau mau mau mau mau merekaaaaaaaaaa…………………………….

LoupH kaLiaNd saNgadH…….

buuat mereKa...

LoupH kaLiaNd semmmuuuuaaa……..

Permalink Leave a Comment

seMua teNtang gw saat iNi

January 7, 2009 at 3:26 pm (Uncategorized)

sekarang gw gag tau apa yang harus gw perbuat dengan hati gw…

gw sayang dia, tapi kenapa justru yang Lain yang ngedeketin gw???

kenapa bukan orang yang selama Ini gw haRAp”in??

gag gw pungkirin,,

gw emg sayang jg sama orang baru ini,,

dia dateng pas gw gy sakit”nya sama pujaan gw..

saat gw mwncoba untuk ngeLupain pujaan gw..

aarrrrrrrgghhhhh……………………….

tp gw harus tetap semangad…

karena apa???

karena hidup gw gag bernti di sini ajah..

sebentar Lagi UAS………..

AYOOO BANGUUUUUUNNNN……………………………

_cHayaNg E****..

_cHayaNg I****..

Permalink Leave a Comment

ciinta Ungu sLamanya……..

January 7, 2009 at 5:27 am (Uncategorized)

ungu

Permalink Leave a Comment

ciiNta MereKaa……

January 7, 2009 at 5:21 am (Uncategorized)

palingkeren

BANYAK orang berpendapat, racun selalu menyakitkan, bahkan mematikan. Lalu, bagaimana jika racun tersebut malah digilai?

Racun itu sebenarnya sudah mewabah di Kota Bandung pada pertengahan tahun 2006. Namun, seiring perjalanan waktu, proses, dan keberuntungan, membuat racun itu saat ini menyebar ke berbagai kota di Indonesia. Racun yang digemari banyak orang itu bernama The Changcuters.

“Mencoba Sukses” yang diluncurkan 11 Agustus 2006 adalah album pertama The Changcuters yang dirilis minor label Masterplan Records milik Uki Peterpan. “Pria Idaman Wanita”, “Gila-gilaan”, atau “Hijrah ke London” adalah tiga hit yang sempat menjadi primadona radio-radio di Bandung saat itu. Ruang lingkup distribusi yang sempit membuat gaung The Changcuters hanya terasa di Bandung.

Dua tahun kemudian, Bandung sudah tidak mampu lagi memonopoli The Changcuters. Perpindahan dari minor ke major label Sony BMG tak kuasa membendung The Changcuters untuk merambah semua pelosok di Indonesia. Dengan album “Mencoba Sukses Kembali” (2008) yang mengandalkan single “Racun Dunia” dan “I Love U Bibeh” sebagai jagoan. Belum lagi efek “Tarix Jabrix”, film perdana mereka yang ikut menyebarkan wabah fenomena The Changcuters di segmen anak, remaja, hingga dewasa.

Selain musik berdarah garage rock yang energik, penampilan rapi berseragam dengan corak bervariasi dan stage act terkonsep adalah salah satu ciri khas yang melekat pada The Changcuters dalam setiap penampilannya. Sebuah konsep yang memang sudah dirancang matang sejak awal band ini didirikan pada 2004, sebagai wujud kesadaran bahwa penampilan audiovisual merupakan satu paket tak terpisahkan dalam dunia pertunjukan. Filosofinya cukup sederhana. “Kami tidak ingin di antara kami ada yang lebih keren atau menonjol daripada yang lain. Kalau pakai seragam semuanya kan sama, enggak ada sirik-sirikan. Lagi pula kita ingin menunjukkan pada remaja, bahwa berseragam itu keren,” ujar Mohammad Iqbal alias Qibil (lead guitar), yang sering disebut sebagai “dalang” di balik penampilan The Changcuters.

Keseragaman ini sekaligus menjadi magnet visual The Changcuters, hingga membuat band ini enak dipandang dalam setiap aksi mereka, di luar dugaan mampu “meracuni” gaya busana ribuan Changcut Rangers, sebutan penggemar The Changcuters.

Menurut Qibil, ide berseragam tercetus spontan dalam suasana bercanda saat dia, Tria (vocal), dan Dipa (bas) yang merupakan the founding father of the band, berikrar membentuk sebuah band yang beda dan lebih mengutamakan gaya untuk bisa eksis. Citra band rock yang cenderung berantakan dalam hal fashion, ingin ditepis lewat penampilan elegan namun tetap berkarakter.

“Dari awal ikut audisi kami sudah berseragam. Bagi kami, yang penting mah penampilan dulu. Pokoknya ingin jadi band dengan citra menak (ningrat) dan enak dipandang kayak pegawai bank,” ujar Qibil setengah bercanda.

Uniknya, tidak ada fashion stylist khusus yang merancang koleksi puluhan setel kostum panggung mereka. Qibil adalah sosok yang mencoba berinovasi dengan mendesain sendiri busana yang melekat di tubuh kurus masing-masing personel The Changcuters. Berkiblat pada gaya busana grup band tahun 20 hingga 60-an, dia berimprovisasi dan melakukan mix and match dengan gaya populer. Hasilnya, puluhan set kostum bernapaskan vintage, mulai dari jaket kulit, kemeja berdasi, rompi, jas, dan celana ketat dengan beragam model dan warna, menjadi pemanis atraksi panggung mereka.

Prioritas utama pada gaya dan penampilan tidak serta merta membuat The Changcuters mengabaikan nilai musik mereka. Dengan segala influence yang dibawa masing-masing personel seperti Tria yang memuja rock ’n roll ala Rolling Stone, Dipa, Qibil, dan Erick yang menggandrungi britrock dan britpop, hingga metal yang digilai Alda, mereka sepakat menamai musik mereka “Garasi Rock ’n Roll ala Changcuters”. Musik yang cenderung kental diwarnai garage rock juga rock ’n roll.

“Kami tidak bisa mendefinisikan musik kami dan tidak pernah terbebani dengan definisi atau aliran tertentu. Pokoknya yang ngerock dan ngehits,” kata Qibil.

Kebebasan itu pula yang diterapkan The Changcuters dalam proses kreatif penciptaan sebuah lagu. Hampir semua lagu The Changcuters, termasuk “Racun Dunia” dan “I Love U Bibeh” yang sukses meracuni berbagai media dan mendongkrak popularitas The Changcuters, menurut Qibil lahir dari jamming saat latihan. “Kita selalu membuat musiknya dulu dengan ngejam, liriknya baru diilhami cerita kehidupan sehari-hari,” ujar Qibil.

Tak lelah berkreasi, untuk lebih menancapkan “racun” di telinga penikmat musik tanah air, The Changcuters berencana untuk mengeluarkan album kedua yang konsepnya masih dirahasiakan. Untuk itu, mereka menjanjikan kejutan yang akan dipersembahkan sebagai jembatan ke album berikutnya tersebut. “Yang penting terus mengikuti konsep band, eksis terus sampai mati,” ucap Tria mencoba serius.

Makanya, Tria dkk. lebih bergairah ketika menyebutkan kata “eksis” ketimbang “sukses”. Pasalnya, mereka merasa jika kesuksesan hanya bisa diukur ketika mereka semua sudah berhenti berkarya. Mereka menilai, definisi sukses hanya bisa dinilai ketika orang lain bisa memetik manfaat dari proses menuju kesuksesan. “Tapi kalau masih menuju sukses, ya boleh lah,” ucap Tria yang disertai anggukan dari empat temannya yang lain.

Ya, dengan segala usahanya, The Changcuters mencoba untuk semakin menancapkan eksistensi. Lalu, cara apa yang bakal ditempuh? “Tetap tahu apa yang gaul, tetap dandan, harus tahu tren, maksudnya sadar diri, sadar tampang, jadi nanti walaupun sudah enggak eksis ya dieksiskan lagi,” ucap Tria.

Permalink Leave a Comment

…iNi Lagu aKu ciNta Lagu iNi…

January 2, 2009 at 9:56 am (Uncategorized)

Mungkinkah kau tahu
Rasa cinta yang kini membara
Dan masih tersimpan
Dalam lubuk jiwa

Ingin kunyatakan
Lewat kata yang mesra untukmu
Namun ku tak kuasa
Untuk melakukannya

Chorus:
Mungkin hanya lewat lagu ini
Akan kunyatakan rasa
Cintaku padamu rinduku padamu
Tak bertepi

Mungkin hanya sebuah lagu ini
Yang selalu akan kunyanyikan
Sebagai tanda betapa aku
Inginkan kamu

Permalink Leave a Comment

iNgin jadi yanG Lebih baik di 2009

January 2, 2009 at 8:04 am (Uncategorized)

hahahaha…

2008 uda berLaLu, DATENG DEH 2009

aku cm peNgen fLasHbAck ke 2008 sebentar,,

di 2008 aku uda rasaiN berbagai perasaan seNang, sediH kecewa, ..

pokoknya semua uda aku rasain disini..

dan semua itu ngebuat aku belajar semakin dewasa Lagi..

di tahun ni aku ngerasain yang beLum prnah aku rasain sebelumnya..

281108 tepat setahun aku jLanin hari” aku seteLah terLepas dari LeLaki yg (iyakzz) gag penting dibahas..

di uLng thn aku tahn ini jg aku dapetin kado yang paLing iNdaH dari pak pos…

hahahahaha

aku LuLus SMA n aku bisa Lanjutin kuL di Universits yg…. yaaaah bs aku banggakan sangad Lah…

dan di 2009 Ini aku mau LebiH hati”Lagi daLm mengambiL keputusan…

karena,,,,

AKU GAG MAU NANGIS LAGIII……………….

Permalink Leave a Comment

hattiiiiiii…

December 31, 2008 at 9:01 am (Uncategorized)

hattiiiii

Permalink Leave a Comment

bibir uNgu….

December 31, 2008 at 8:57 am (Uncategorized)

gg4

Permalink Leave a Comment

iMpiaN aku mau jd giNi gaya akuu……….

December 31, 2008 at 8:42 am (Uncategorized)

z

coBa aKu bisa kayak giniii….

Permalink Leave a Comment

Next page »